Dampak Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) Terhadap Perubahan Kurikulum

Posted: April 14, 2012 in Kurikulum

A.      PENDAHULUAN

Pada awalnya, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang.

Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. Pada jaman dahulu kala, mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di bulan, tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20, pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan.

Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.

Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian.

Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.

B.       KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Karena kecepatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan keluasan rangkumannya dibarengi oleh perubahan-perubahan sosial dan ekonomi yang mengubah secara mendasar kondisi-kondisi pekerjaan, maka latihan lanjutan dan in service training untuk menguasai kewajiban-kewajiban baru atau karier baru merupakan tugas-tugas utama pendidikan. Suatu proses pendidikan yang benar-benar inovatif harus mempersiapkan anak didik untuk menghadapi perubahan serta memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjawab tantangan-tantangan lingkungan secara lebih efektif.

Dinegara-negara industri diperkirakan bahwa mobilitas socio profesional akan lebih menonjol selama dua dasawarsa yang akan datang dengan robotisasi cabang-cabang industri tertentu. Misalnya, untuk General Motors diramalkan bahwa dalam waktu sepuluh tahun robot-robot akan menggantikan manusia dalam 60.000 tempat kerja, sedangkan di Renault, robot akan mengerjakan 12 tempat kerja dari tiap 100.

Jelas sekali bahwa keadaan demikian akan mempengaruhi pendidikan. Pertama-tama pendidikan harus menghadapi restrukturisasi lapangan kerja dimasa yang akan datang, yang akan memberikan prioritas yang lebih besar kepada lulusan pendidikan tinggi, dan selanjutnya akan dibutuhkan latihan kembali dari tenaga-tenaga kerja yang ada.

Adapun dinegara-negara berkembang, kemajuan IPTEK akan menuntut diciptakannya atau diperkuatnya kemampuan ilmiah, yakni pembentukan iklim sosial yang kondusif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapannya, popularisasi pengetahuan ilmiah, perbaikan pengajaran sains pada semua tahap pendidikan, merangsang kreativitas pada pelajar-pelajar serta mendidik peneliti dan teknisi dalam jumlah yang cukup.

Tidak dapat diabaikan oleh negara-negara berkembang adalah kecenderungan arus investasi dan pengalihan tempat usaha industri-industri negara maju atau korporasi multinasional kenegara-negara berkembang dimana kondisi tenaga kerja dan sumber-sumber lain dianggap lebih menguntungkan dilihat dari aspek biaya produksi.

C.      DAMPAK KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENDIDIKAN

Kita melihat adanya hubungan yang sangat erat antara pendidikan dengan (a) ilmu pengetahuan, yakni eksplorasi yang terorganisasi mengenai alam semesta dan akumulasi pengetahuan secara sistematis dan (b) teknologi, yakni penerapan yang direncanakan dari pengetahuan itu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia.

Didalam konteks sosial, kita lihat aspek-aspek tidak langsung dari hubungan tersebut, yang penting bagi perkembangan masing-masing (pendidikan >< IPTEK). Misalnya, suatu teknologi baru yang diintroduksikan dalam suatu proses produksi dapat menimbulkan kondisi sosial ekonomi baru, pergeseran dalam permintaan keterampilan kerja atau pengurangan jumlah tenaga kerja/jam kerja ataupun kebutuhan akan bahan-bahan dan pelayanan baru. Bahkan berkembangnya nilai-nilai dan gaya hidup baru. Selanjutnya, kondisi-kondisi baru ini dapat mempengaruhi isi pendidikan dan metode mengajar, yang mungkin memerlukan rumusan tujuan pendidikan lain, yang akhirnya dapat mengubah sistem pendidikan. Sebaliknya, pendidikan merupakan faktor penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perkembangan ekonomi.

Untuk mencapai perkembangan dan kemajuan dengan kemampuan endrogen hingga tercapai kekuatan untuk menentukan diri sendiri serta dapat memelihara kelangsungan pembangunan yang sehat, tidak hanya bergantung pada suatu lapisan ahli, tetapi seluruh lapisan, maka masyarakat haruslah berpartisipasi dengan cara sendiri dalam memanfaatkan IPTEK bagi pembangunan. Karena itu, pedidikan sains sesungguhnya harus dilaksanakan untuk semua lapisan masyarakat. Bukan saja untuk anak-anak di sekolah dasar dan menengah, tetapi juga bagi anak-anak dan remaja diluar sekolah angkatan kerja, dan orang tua/dewasa yang sudah berpendidikan untuk meng-up to date-kan informasi.

Kemajuan IPTEK yang berkelanjutan terus harus diimbangi oleh perubahan yang berkelanjutan pula dalam isi yang diajarkan kepada semua jenjang pendidikan. Untuk sebagian besar, perubahan-perubahan yang terjadi didalam kurikulum pendidikan menengah didalam dua dasawarsa mendatang akan ditentukan oleh keperluan untuk meng-up to date kan bahan pelajaran dengan hasil-hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selama 50 tahun terakhir. Hal tersebut akan membawa kedalam kurikulum sekolah bidang-bidang perhatian baru dan metode baru, pemikiran, dan pengertian.

Perkembangan teknologi mungkin menunjukkan dampak lebih besar terhadap apa yang diajarkan, namun tentang hal ini akan lebih banyak disampaikan secara tidak langsung melalui dampak teknologi terhadap masyarakat secara keseluruhan. Jika konsep-konsep baru didalam ilmu pengetahuan itu, diimbangi oleh pengembangan teknologinya yang selanjutnya benar-benar diterapkan dalam berbagai perbuatan hidup masyarakat, maka dapat dipastikan bahwa perkembangan IPTEK itu akan mempunyai dampak terhadap pendidikan.

Istilah “teknologi” dapat diartikan antara lain sebagai studi tentang teknik-teknik, namun pada umumnya istilah tersebut dipakai untuk menerapkan perkembangan dan penerapannya. Kegiatan manusia dalam teknologi ditujukan pada suatu tujuan dan pada penyelesaian (pemecahan) setiap masalah yang menghalangi tercapainya tujuan tersebut. Dan pada usaha itu manusia mempergunakan semua teknik dan konsep-konsep ilmiah yang tersedia baginya.

Selanjutnya juga disadari bahwa pengertian mengenai teknologi adalah sentral bagi peninjauan kembali yang radikal tentang hubungan antara pendidikan sains dan dunia kerja. Selanjutnya juga disarankan agar pada pendidikan nonformal, pengajaran, dan latihan-latihan IPTEK haruslah erat hubungannya dengan masalah-masalah dimasyarakat dan untuk memperluas/meningkatkan kerajinan dan teknologi yang ada.

Selanjutnya, ditonjolkan pula suatu isu bahwa pendidikan sains haruslah mengenal serta memperhatikan kebudayaan tradisional. Haruslah mendorong adanya suatu hubungan komplementer diantara kebudayaan internasional dengan kekuatan-kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan sebagai dasar pemikiran yang sangat penting didalam reformasi pendidikan sains. Sebagai suatu pegangan untuk memilih bahan/isi pendidikan sains dan teknologi dapat kita perhatikan masalah-masalah yang menjadi fokus penelitian dalam dasawarsa-dasawarsa yang akan datang serta bidang-bidang ilmu dan teknologi yang cenderung akan berkembang cepat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi internasional mempunyai dampak yang besar pada perkembangan IPTEK nasional, sedangkan kecenderungan arah perkembangan IPTEK dunia adalah dalam bidang-bidang sebagai berikut:

  1.  Semikonduktor, mikroelektronik, mikro prosesor, komputer
  2. Informatika
  3. Robotika
  4. IPTEK bahan-bahan (polymeer, keramik, logam-logam langka)
  5. Superkonduktivitas (metalurgi penghantar listrik)
  6. Teknologi ruang angkasa (proses-proses kimia/hayati dalam ruang tanpa robot, meteorologi, seismologi)
  7. Telekomunikasi
  8. Bioteknologi dan kerekayasaan genetika (dalam bidang kedokteran, pertanian, industri)
  9. Teknologi membran (ultrafiltrasi dan osmosis untuk desalinasi prosesing air limbah, pemurnian bahan)
  10. Energi alternatif (angin, surya, biomassa, selvoltaik)
  11. Kelautan (pertambangan laut, dan energi pasang surut: OTEC dan sebagainya)

Salah satu ciri yang mencolok dalam perkembangan industri teknologi tinggi ialah lebih meningkatkan bahan dagangan intelektual dan perkembangan yang cepat dari industri informasi dan industri intelektual. Pembuatan barang dagangan intelektual ini memerlukan akumulasi tinggi dari intelegensi, dan teknologi yang simpan dalam komputer. Perkembangan aspek-aspek software dari produksi akan lebih penting dari aspek-aspek hardware dari produk.

IPTEK di Indonesia dikembangkan untuk :

  1. Mengenal lebih dekat mendalam dan meningkatkan nilai tambah sumber-sumber daya alam dan pemanfaatannya dengan pengelolaan yang memperhatikan kelestarian dan lingkungannya.
  2. Menunjang industrialisasi yang mampu menghasilkan produk yang bermutu dan dapat memenuhi kebutuhan nasional serta mampu bersaing dipasaran internasional
  3. Meningkatkan mutu dan ketangguhan sektor pertanian
  4. Meningkatkan daya guna investasi teknologi yang telah ada untuk menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan
  5. Menggali ilmu baru dan mengembangkan teknologi baru dalam meningkatkan kemampuan IPTEK pada umumnya.
  6. Peningkatan kesadaran dan ketahanan berbangsa dan bernegara.

Pengembangan dan penerapan IPTEK harus sejauh mungkin memenuhi kriteria ketepatgunaan, yakni :

  1. Segi teknis dapat dilaksanakan
  2. Segi sosial akseptable
  3. Secara ekonomi dapat dipertanggungjawabkan, dan
  4. Secara ekologi tidak menurunkan kualitas hidup

Berdasarkan pertimbangan diatas, beberapa kegiatan IPTEK yang diperkirakan akan mempunyai peranan penting menjelang lepas landas adalah sebagai berikut:

  1. Teknologi pertanian untuk peningkatan kemampuan budidaya dan pengelolaan, dan khususnya teknologi lepas panen dan pengelolaan hasil pertanian diarahkan untuk mengurangi kerugian, meningkatkan mutu dan nilai tambah
  2. Masalah air dan lingkungan, demikian pula masalah kependudukan akan meminta perhatian IPTEK yang lebih besar lagi.
  3. Pengolahan bahan kimia, bahan industri dan energi diarahkan untuk mendayagunakan sumber daya alam yang mencukupi kebutuhan industrialisasi, dan meningkatkan nilai tambah komoditi ekspor
  4. Masalah-masalah kelautan dengan souverenitas perairan di Indonesia (ZEE) meminta masukan IPTEK yang lebih besar dan tinggi mutunya untuk pemanfaatan seoptimal mungkin
  5. Masalah-masalah komunikasi (telekomunikasi, transportasi, dll) akan meminta bukan hanya penggunaan teknologi canggih tetapi pula perawatan dan penguasaannya.
  6. Desain, rekayasa, dan bidang konstruksi diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dalam pembangunan fisik serta pembangunan industri
  7. Pengolahan dan penyebarluasan informasi diarahkan untuk memonitor dan mengadakan evaluasi keberhasilan pembangunan. Teknologi informasi tersebut akan diperlukan pula dalam industri jasa, yang mempunyai peranan penting dimasa yang akan datang
  8. Masalah-masalah sosial budaya sehubungan dengan persyaratan bagi pembangunan maupun sebagai dampak-dampak pembangunan perlu penanganan dengan lebih berbobot didalam IPTEK serta konsepsional
  9. Masalah-masalah pengelolaan hankamnas akan memerlukan penanganan dengan bobot IPTEK yang jauh lebih besar.

Berdasarkan jenis kegiatan IPTEK diatas maka yang penting diperhatikan ialah bidang-bidang ilmu-ilmu pengetahuan terapan (misalnya mesin, elektroteknika, teknik kimia, sipil, rekayasa industri, manajemen, akuntansi) sedangkan untuk jangka panjang ilmu-ilmu dasar serta bidang-bidang interdisipliner yang bersifat maju (yaitu bioteknologi, informatika, ilmu bahan, dan ilmu-ilmu kelautan) akan memegang peranan penting.

Dampak kemajuan IPTEK tersebut berpengaruh terhadap sarana pendidikan. Hal ini disebabkan pertama-tama secara langsung melalui penggunaan teknik-teknik baru, tetapi dapat disebabkan pula secara tidak langsung karena adanya perubahan dalam tujuan-tujuan dan pola-pola masyarakat.

Teknologi yang sudah ada seperti laboratorium bahasa, komputer sederhana, dan berbagai sistem belajar yang diprogramkan, dapat diperkirakan akan tetap ada dan disempurnakan.

Diperpustakaan, mungkin akan bertambah penggunaan sistem-sistem yang dibantu komputer dalam mencari informasi, berlainan dengan diperpustakaan tradisional, terutama bagi sekolah menengah atas dan universitas.

Belajar yang ditopang mesin, seperti untuk mendapatkan keterampilan-keterampilan dasar, komputasi, bahasa, dan mungkin logika, akan lebih banyak dipergunakan. Penggunaan mesin-mesin tersebut akan memungkinkan murid-murid untuk maju dengan kecepatan yang berbeda, dan dapat membebaskan guru-guru untuk lain-lain tugas. Namun untuk memasukkan pendidikan yang ditopang mesin kedalam kurikulum, perlu mempertimbangkan pula objektif sosial yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Soedjatmoko, dkk. 1991. Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad XXI. Grasindo: Jakarta

http://fadlibae.wordpress.com/category/teknologi-pendidikan/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s